pernah ada masa-masa dalam cinta kita
kita lekat bagai api dan kayu
bersama menyala, saling menghangatkan rasanya
hingga terlambat untuk menginsyafi bahwa
tak tersisa dari diri-diri selain debu dan abu
pernah ada waktu-waktu dalam ukhuwah ini
kita terlalu akrab bagai awan dan hujan
merasa menghias langit, menyuiburkan bumi,
dan melukis pelangi
di satu titik sejenak kita berhenti, menyadari
mungkin hati kita telah terkecualikan dari ikatan di atas iman
bahkan saling menasehati pun tak lain bagai dua lilin
mencahayai, tapi masing-masing habis dimakan api
kini saatnya kembali pada iman yang menerangi hati
pada amal shalih yang menjulang bercabang-cabang
pada akhlak yang manis, lembut, dan wangi
hingga ukhuwah kita menggabungkan huruf-huruf menjadi kata
yang dengannya kebenaran terbaca dan bercahaya
karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh
saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa bagaikan siksaan
saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai
aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita
hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau mengerdil
mungkin dua-duanya, mungkin kau saja
tentu terlebih sering, imankulah yang compang-camping
terkadang aku merasa sudah terlalu banyak diri ini melukai
akan kelemahan dan kekurangan yang kupunyai
mencoba yang terbaik tetapi justru menyakiti
aku hanya berpikir betapa sucinya
cinta antara 'Ali dan Fathimah
yang menjaganya penuh hati-hati di dalam lubuk masing-masing
bahkan setan pun tak sedikitpun mengetahui desiran indah itu
sehingga membuatnya dua insan paling mengasihi sepanjang peradaban
mungkin lebih baik kita berpisah sementara, sejenak saja
menjadi kepompong dan menyendiri
berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam
bertafakkur bersama iman yang menerangi hati
hingga tiba waktunya menjadi kupu-kupuyang terbang menari
melantun kebaikan di antara bunga, menebar keindahan pada dunia
lalu dengan rindu kita kemabli ke dalam dekapan ukhuwah
mengambil cinta dari langit dan menebarkannya di bumi
dengan persaudaraan suci;sebening prasangka, selembut nurani,
sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekokoh janji
(dinukil dari Dalam Dekapan Ukhuwah Salim A Fillah)